- Aw Karin Jalani Pemeriksaan Kepolisian Pada Hari Ini
- Presiden Prabowo Subianto Akui Sistem Ekonomi di Negara Indonesia Keliru
- Pemerintah Dorong Pembiayaan Inovatif Konservasi Hutan
- Wapres Gibran Janji Benahi Tata Kelola Program MBG dan Kopdes Merah Putih
- Presiden Prabowo Subianto Akui Siap Terima Saran dan Kritik Dari Masyarakat
Aw Karin Jalani Pemeriksaan Kepolisian Pada Hari Ini
Berita Terkini – Baru-baru ini, nama selebgram Karin Novilda atau yang biasa dikenal dengan Aw Karin sedang menjadi bahan perbincangan banyak warganet +62.
Sebagai informasi bahwa Aw Karin merupakan seorang Youtuber, model, pengusaha, dan penyanyi terkenal asal Tanah Air.
Diketahui, Aw Karin pernah sukses dalam perjalanan karirnya menjadi seorang penyanyi, yakni lagu berjudul “Bad” yang berkolaborasi dengan rapper Young Lex pernah menjadi trending topik musik di Indonesia.
Setelah sukses membawakan lagi “Bad”, Aw Karin justru tidak merilis lagu lagi, tetapi dirinya justru merambah ke dunia digital yakni menjadi seorang konten kreator.
Beberapa konten yang diuploud oleh Aw Karin yakni meliputi gaya hidupnya, dunia fashion, dan menjadi seorang endorsment.
Meskipun telah dikenal sukses merintis karir di dunia digital, tetapi saat ini Aw Karin justru mendapat isu yang kurang baik.
Isu yang dimaksud tersebut ialah beberapa hari yang lalu, Aw Karin sempat dipanggil oleh pihak kepolisian atas dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo mengatakan, pada awalnya Karin Novilda alias Aw Karin telah dijadwalkan pemeriksaan pada Senin, 15 Juni 2026, tetapi yang bersangkutan berhalangan, dan akhirnya dijadwalkan ulang pada hari ini yakni Senin, 29 Juni 2026.
Andaru Rahutomo menjelaskan, pada awalnya pihak kepolisian telah menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah.
Ahmad Syah Farhan telah resmi ditahan dan terbukti bersalah dengan dijerat Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP dan/atau Pasal 607 KUHP.
Pihak kepolisian telah resmi menahan tersangka Ahmad Syah Farhan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Metro Jaya.
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata pihak kepolisian mendapatkan hasil bahwa uang yang telah disetor oleh para calon jemaah justru digunakan tersangka Ahmad Syah Farhan untuk membayar paketan promosi kepada influencer.
Salah satu influencer yang dimaksud ialah Aw Karin, tepat pada hari ini, Aw Karin telah resmi memenuhi panggilan penyidik untuk menjadi saksi kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jemaah haji Hanania Travel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengklaim bahwa Aw Karin telah resmi tiba di Polda Metro Jaya sekitar Pukul 16.30 WIB, dan pada saat itu juga Aw Karin langsung di bawa penyidik ke ruang pemeriksaan yang lebih intens.
Budi Hermanto menjelaskan, saat ini pihak kepolisian belum bisa mengumumkan tentang peran Aw Karin dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jemaah haji Hanania Travel.
Kerugian Korban

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, akibat kasus penipuan dan penggelapan dana calon jemaah haji tersebut maka kerugian para korban ditaksir hingga Rp 95,22 miliar.
Berdasarkan data laporan sementara oleh para korban, maka dijelaskan bahwa total korban saat ini telah mencapai 3.000 orang.
Budi Hermanto menghimbau kepada para influencer terkait yang turut mempromosikan untuk bersikap kooperatif dalam menjalani pemeriksaan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin menjelaskan, angka total korban tersebut bersifat sementara, dan seiring berjalannya waktu jumlah korban ditaksir akan bertambah lebih banyak lagi.
Iman Imanudin mengaku bahwa banyaknya korban atas kasus tersebut dipengaruhi oleh faktor promosi yang sangat masif, karena tersangka ASF banyak melakukan kolaborasi dengan para influencer untuk mempromosikan paket tiket umrah Hanania Travel, dan dari situ banyak masyarakat yang mulai tertarik serta mulai mendaftar kepada pihak travel.
Masyarakat beranggapan bahwa semakin banyak influencer yang merekomendasikan Hanania Travel, maka akan semakin tinggi juga kredibelitas pihak travel tersebut.
Tetapi pada prakteknya, anggapan masyarakat tersebut justru berbanding terbalik dengan realita yang ada.